BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Dalam bahasa
Indonesia,terdapat fonem dan alofon yang merupakan bagian dari fonologi.Fonem
adalah objek kajian dari fonemik yang mengkaji bunyi bahasa dengan
memperhatikan statusnya sebagai pembeda makna.Sedangkan alofon mengkaji variasi
ucapan suatu fonem.
Dalam bahasa
Manggarai,terdapat pula fonem dan alofon.Setiap fonem dan alofon dipengaruhi
oleh dialek dari suatu daerah.Misalnya dialek kolang.Dalam dialek kolang,jumlah
fonem tidak sama dengan bahasa indonesia.Dialek kolang jumlah fonemnya adalah
23 yang terdiri atas 6 fonem vokal dan 17 fonem konsonan.Secara umum dialek
kolang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Kuwus,Kabupaten Manggarai Barat.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana fonem dalam dialek kolang?
1.2.2 Bagaimana realisasi atau
alofon dari fonem tersebut?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1
Mendeskripsikan fonem dan jumlah fonem dalam dialek kolang
1.3.2
Untuk mengetahui realisasi dari fonem tersebut
1.4 Manfaat Penulisan
1.4.1
Bagi penulis
- Memperoleh nilai tugas Mata Kuliah Fonologi
- Bisa mendeskripsikan fonem dan alofon dalam
dialek kolang
1.4.2
Bagi pembaca
-
Mengetahui jumlah fonem dan alofon dalam dialek kolang
- Mengetahui kajian atau
realisasi fonem dan alofon dalam dialek kolang
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Fonem dalam dialek kolang
Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang bisa membedakan makna kata.Menurut Kenneth L.Pike (1963:63)fonem
adalah satu bagian bunyi yang penting yang membedakan makna kata.Sementara itu,L.Bloomfield
(1961:79) menyatakan fonem adalah unit terkecil yang suara yang membedakan makna.Dari dua
pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa fonem adalah
pembeda makna dalam sebuah
kata.Sementara itu, Alofon adalah variasi fonem berdasarkan
posisinya dalam kata. Dalam
dialek kolang,jumlah fonem berbeda dengan bahasa indonesia.Jumlah fonem dalam dialek kolang ada 23 Yang
terdiri atas 6 buah fonem vokal (a,e,i,u,o,¶) dan 17
buah
fonem konsonan ( b,d,g,h,j,k,l,m,n,o,p,r,s,t,v,w,y,h).Contoh
fonem vokal /a/ <asu> “anjing”,
/i/ <ribong> “marah”
.Contoh fonem konsonan /g/ <soga> “tuang”,
/p/
<pota> “nonton "/s/ <sau> “pegang”.
2.2 Realisasi fonem atau alofon dalam dialek
kolang
2.2.1 Realisasi fonem vokal
a.
Realisasi fonem /i/
Dalam dialek kolang fonem /i/
direalisasikan bunyi [i]misalnya pada kata <peti> [peti]
“burung
pipit” ,<wuli> [wuli] “bergerak”,<ikang>
[ikang] “ikan”
b. Realisasi fonem /e/
Dalam dialek kolang,fonem /e/mempunyai 2
macam realisasi,yaitu:
Pertama,direalisasikan
sebagai bunyi [e] pada suku kata terbuka misalnya pada kata
<Ame> [Ame] ”ayah”, <Ine> [Ine] “ibu”
4
Kedua,direalisasikan
sebagai bunyi [¶] pada suku kata tertutup misalnya pada kata
<mesik> [m¶sik] “manis” , <rewit> [r¶wit] “cubit
,<miteng> [mit¶ng] “hitam”
c. Realisasi fonem /a/
fonem /a/ biasanya direalisasikan
sebagai bunyi [a] misalnya pada kata
<kulah> [kulah] “pembangkang”,<halang> [halang] “jalan”,<tange> [tange] “bantal”
d.
Realisasi fonem /¶/
Secara
umum direalisasikan dengan bunyi [¶] misalnya pada kata
<katel> [Kat¶l> “gatal”, <mantek> [mant¶k] “lintah”
e. Realisasi fonem /u/
Fonem /u/mempunyai dua macam
realisasi,yaitu:pertama dilafalkan
sebagai fonem [u]pada Silabel terbuka seperti pada kata
<wulu> [wulu] ”wulu”,
dan
kedua dilafalkan [U] pada silabel
tertutu misalnya pada kata <rawuk> [rawUk]”abu”
f. Realisasi fonem /o/
fonem ini bisa direalisasikan bunyi
[o],misalnya pada kata [tojo] “capung”,dan
juga
direalisasikan bunyi [É],misalnya
pada kata <jongkong> [jongkÉng] “topi”
2.2.2 Realisasi fonem konsonan
a.
Realisasi fonem /b/
Fonem /b/ direalisasikan sebagai bunyi
[b] baik pada silabel terbuka maupun silabel
tertutup misalnya pada kata <bara>
[bara] “perut”,<roba> [roba] ”jatuh” ,<botang> [botang]
“hilang”
b.
Realisasi fonem /d/
Secara umum fonem /d/ direalisasikan sebagai bunyi [d] apabila berposisi sebagai
onset maupun koda pada sebuah silabel.misalnya
<darat> [darat]”sebuah kata seruan”
<bundu> [bundu] “cerita”
5
c.
Realisasi fonem /g/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [g] baik pada
silabel terbuka maupun tertutup
Misalnya <gola> [gola] “gula”,<soga> [soga] “tuang”
d.
Realisasi fonem /h/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [h] baik berposisi
sebagai onset maupun koda
Pada sebuah silabel,misalnya pada kata <hekang>
[hekang] ”rumah”,<wunih>
[wunih],
“kunyit” <wahe>
[wahe] ”tali”,<laha> [laha]
“sakit]
e.
Realisasi fonem /j/
Secara umum fonem ini direalisasikan sebagai bunyi
[j].Misalnya pada kata <jarang> [jarang] “kuda”,<woja> [woja] “padi”
f.
Realisasi fonem /k/
Fonem /k/memiliki 2 macam realisasi:
pertama direalisasikan sebagai bunyi [k] apabila berposisi sebagai onset pada
sebuah silabel.Misalnya <kapu> [kapu] “gendong”,<doku> [doku] “nyiru”
kedua direalisasikan sebagai bunyi [g] apabila berposisi sebagai koda dalam
sebuah silabel.Misalnya < ut¶k> [ut¶g] “otak”,<j¶gok> [j¶gog] ”
g.
Realisasi fonem /l/
Fonem ini direalisasikan sebagai [l] baik pada onset maupun
koda dalam sebuah silabel.
Misalnya <loho> [loho] “matahari” ,<mbolong> [mbolong] “bulat”,<pali> [pali] “bohong”
h.
Realisasi fonem /m/
Secara umum fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [m].Misalnya
pada kata <munak> [munak] “batang
pisang”,<ame> [ame] “ayah”,<nom>
[nom] “kutu pada ayam”
i.
Realisasi fonem /n/
Fonem ini secara umum direalisasikan sebagai bunyi [n] pada
sebuah silabel.Misalnya pada kata <nampe> [nampe] “tebing”,<wansang> [wansang] “dinding rumah yang terbuat dari bambu],
j.
Realisasi fonem /p/
Fonem /p/ direalisasikan sebagai bunyi [p] baik sebagai
onset maupun sebagai koda
pada sebuah silabel.Misalnya:<poka> [poka] “potong”,<kapu> [kapu]”gendong”
k.
Realisasi fonem /r/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [r] baik sebagai onset maupun
koda dalam sebuah silabel.Misalnya pada kata <rimpet>[rimpet] “pesek”,<pari> [pari] “jemur”,<babar> [babar] “memotong rumput”.
6
l.
Realisasi fonem /s/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [s] baik sebagai
onset maupun koda pada sebuah silabel .Misalnya pada kata <sewe> [sewe] “kuali”,
<asu> [asu] “anjing”
m.
Realisasi fonem /t/
Fonem ini mempunyai 2 macam realisasi.pertama: direalisasikan sebagai bunyi [t] apabila berposisi sebagai
onset dalam sebuah silabel.Misalnya pada kata <tojo> [tojo] “capung”,<pota> [pota] ”nonton”.
Kedua:direalisasikan sebagai bunyi [d]
pada sebuah koda.misalnya pada kata <duat> [duad] “kerja”,<rigit> [rigid] “keriting”
n.
Realisasi fonem /v/
Secara umum fonem ini direalisasikan sebagai fonem /v/ pada
sebuah silabel. Misalnya pada kata <vecin> [vecin] “penguat rasa”
o.
Realisasi fonem /w/
Fonem /w/ direalisasikan sebagai bunyi [w] ,misalnya pada
kata <watang> [watang]”jerawat” <rewit>
[rewit] “cubit”
p.
Realisasi fonem /y/
Secara umum fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [y]
dalam sebuah kata.Misalnya pada kata <kaye> [kaye] “buku”
q.
Realisasi fonem /h/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [h] baik
berposisi sebagai onset maupun koda dalam sebuah silabel.Misalnya pada
<jaong> [jaoh] “bicara”<ribong>
[riboh]”marah”,<panga> [paha]”cabang” <ngoap> [hoap] “menguap”
DAFTAR PUSTAKA
Chaer,abdul.2009.Fonologi Bahasa Indonesia.Jakarta:Rineka
Cipta
Chaer,abdul.2012.Linguistik Umum.Jakarta:Rineka Cipta
Muslich,masnur.2011.Fonologi Bahasa Indonesia:Tinjauan
Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa
Indonesia.Jakarta:bumi aksara
http//:fonologibahasaindonesia.wordpress.com
http//:fonologi.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar