Sabtu, 04 Juni 2016

Fonem Dalam dialek Kolang

BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar belakang
Dalam bahasa Indonesia,terdapat fonem dan alofon yang merupakan bagian dari fonologi.Fonem adalah objek kajian dari fonemik yang mengkaji bunyi bahasa dengan memperhatikan statusnya sebagai pembeda makna.Sedangkan alofon mengkaji variasi ucapan suatu fonem.
Dalam bahasa Manggarai,terdapat pula fonem dan alofon.Setiap fonem dan alofon dipengaruhi oleh dialek dari suatu daerah.Misalnya dialek kolang.Dalam dialek kolang,jumlah fonem tidak sama dengan bahasa indonesia.Dialek kolang jumlah fonemnya adalah 23 yang terdiri atas 6 fonem vokal dan 17 fonem konsonan.Secara umum dialek kolang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Kuwus,Kabupaten Manggarai Barat.
               
1.2              Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana fonem dalam dialek kolang?
1.2.2  Bagaimana realisasi atau alofon dari fonem tersebut?
      1.3          Tujuan Penulisan
                      1.3.1 Mendeskripsikan fonem dan jumlah fonem dalam dialek kolang
                      1.3.2 Untuk mengetahui realisasi dari fonem tersebut
1.4          Manfaat Penulisan
                1.4.1 Bagi penulis
                          -  Memperoleh nilai tugas Mata Kuliah Fonologi
                          -  Bisa mendeskripsikan fonem dan alofon dalam dialek kolang
                1.4.2 Bagi pembaca
                          - Mengetahui jumlah fonem dan alofon dalam dialek kolang
                - Mengetahui kajian atau realisasi fonem dan alofon dalam dialek kolang







BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Fonem dalam dialek kolang
      Fonem adalah satuan bunyi terkecil  yang bisa membedakan makna kata.Menurut Kenneth L.Pike (1963:63)fonem adalah satu bagian bunyi yang penting yang membedakan makna kata.Sementara itu,L.Bloomfield (1961:79) menyatakan fonem adalah unit terkecil yang suara yang membedakan makna.Dari dua pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa fonem adalah
pembeda makna dalam sebuah kata.Sementara itu, Alofon adalah variasi fonem berdasarkan
posisinya dalam kata. Dalam dialek kolang,jumlah fonem berbeda dengan bahasa indonesia.Jumlah fonem dalam dialek kolang ada 23 Yang terdiri atas 6 buah fonem vokal (a,e,i,u,o,) dan 17 buah
fonem konsonan ( b,d,g,h,j,k,l,m,n,o,p,r,s,t,v,w,y,h).Contoh fonem vokal  /a/  <asu> “anjing”,
 /i/ <ribong> “marah” .Contoh fonem konsonan /g/ <soga> “tuang”,  /p/  <pota>  “nonton "/s/  <sau> “pegang”.

2.2  Realisasi fonem atau alofon dalam dialek kolang
2.2.1  Realisasi fonem vokal
                         a. Realisasi fonem /i/
                     Dalam dialek kolang fonem /i/ direalisasikan bunyi [i]misalnya pada kata <peti> [peti]
                     “burung pipit” ,<wuli> [wuli] “bergerak”,<ikang> [ikang] “ikan”

        b. Realisasi fonem /e/
                      Dalam dialek kolang,fonem /e/mempunyai 2 macam realisasi,yaitu:
                      Pertama,direalisasikan sebagai bunyi [e] pada suku kata terbuka misalnya pada kata
                      <Ame>  [Ame]  ”ayah”, <Ine>  [Ine] “ibu”
4

                      Kedua,direalisasikan sebagai bunyi [] pada suku kata tertutup misalnya pada kata
                      <mesik> [msik] “manis” , <rewit> [rwit] “cubit  ,<miteng> [mitng] “hitam”

 c. Realisasi fonem /a/
                       fonem /a/ biasanya direalisasikan sebagai bunyi [a] misalnya pada kata
                       <kulah> [kulah] “pembangkang”,<halang> [halang] “jalan”,<tange> [tange] “bantal”
               
d. Realisasi fonem //
       Secara umum direalisasikan dengan bunyi [] misalnya pada kata
                        <katel> [Katl> “gatal”, <mantek> [mantk] “lintah”

                       e. Realisasi fonem /u/
                         Fonem /u/mempunyai dua macam realisasi,yaitu:pertama dilafalkan sebagai fonem [u]pada Silabel terbuka seperti pada kata <wulu> [wulu] ”wulu”,
dan kedua dilafalkan [U] pada silabel tertutu misalnya pada kata <rawuk> [rawUk]”abu”

 f. Realisasi fonem /o/
                          fonem ini bisa direalisasikan bunyi [o],misalnya pada kata [tojo] “capung”,dan juga
                          direalisasikan bunyi [É],misalnya pada kata <jongkong> [jongkÉng] “topi”

 2.2.2 Realisasi fonem konsonan
a.       Realisasi fonem /b/
Fonem /b/ direalisasikan sebagai bunyi [b] baik pada silabel terbuka maupun silabel
tertutup misalnya pada kata <bara> [bara] “perut”,<roba> [roba] ”jatuh” ,<botang> [botang]
“hilang”

b.       Realisasi fonem /d/
Secara umum fonem /d/  direalisasikan  sebagai bunyi [d] apabila berposisi sebagai onset  maupun koda pada sebuah silabel.misalnya <darat> [darat]”sebuah kata seruan”
<bundu> [bundu] “cerita”
5

c.       Realisasi fonem /g/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [g] baik pada silabel terbuka maupun tertutup
Misalnya <gola> [gola] “gula”,<soga> [soga] “tuang”

d.      Realisasi fonem /h/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [h] baik berposisi sebagai onset maupun koda
Pada sebuah silabel,misalnya pada kata <hekang> [hekang] ”rumah”,<wunih> [wunih],
kunyit” <wahe> [wahe] ”tali”,<laha> [laha] “sakit]

e.      Realisasi fonem /j/
Secara umum fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [j].Misalnya pada kata <jarang> [jarang] “kuda”,<woja> [woja] “padi”

f.        Realisasi fonem /k/
Fonem /k/memiliki 2 macam realisasi:
pertama direalisasikan sebagai bunyi [k] apabila berposisi sebagai onset pada sebuah silabel.Misalnya <kapu> [kapu] “gendong”,<doku>  [doku] “nyiru”
kedua direalisasikan sebagai bunyi [g] apabila berposisi sebagai koda dalam sebuah silabel.Misalnya < utk> [utg] “otak”,<jgok> [jgog] ”

g.       Realisasi fonem /l/
Fonem ini direalisasikan sebagai [l] baik pada onset maupun koda dalam sebuah silabel.
Misalnya <loho> [loho] “matahari” ,<mbolong> [mbolong] “bulat”,<pali> [pali] “bohong”

h.      Realisasi fonem /m/
Secara umum fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [m].Misalnya pada kata <munak> [munak] “batang pisang”,<ame> [ame] “ayah”,<nom> [nom] “kutu pada ayam”

i.         Realisasi fonem /n/
Fonem ini secara umum direalisasikan sebagai bunyi [n] pada sebuah silabel.Misalnya pada kata <nampe> [nampe] “tebing”,<wansang> [wansang] “dinding rumah yang terbuat dari bambu],

j.        Realisasi fonem /p/
Fonem /p/ direalisasikan sebagai bunyi [p] baik sebagai onset maupun sebagai koda
pada sebuah silabel.Misalnya:<poka> [poka] “potong”,<kapu> [kapu]”gendong”

k.       Realisasi fonem /r/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [r] baik sebagai onset maupun koda dalam sebuah silabel.Misalnya pada kata <rimpet>[rimpet] “pesek”,<pari> [pari] “jemur”,<babar> [babar] “memotong rumput”.

6

l.         Realisasi fonem /s/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [s] baik sebagai onset maupun koda pada sebuah silabel .Misalnya pada kata <sewe>  [sewe] “kuali”, <asu> [asu] “anjing”

m.    Realisasi fonem /t/
Fonem ini mempunyai 2 macam realisasi.pertama: direalisasikan sebagai bunyi [t] apabila berposisi sebagai onset dalam sebuah silabel.Misalnya pada kata <tojo> [tojo] “capung”,<pota> [pota] ”nonton”.
Kedua:direalisasikan sebagai  bunyi [d] pada sebuah koda.misalnya pada kata <duat> [duad] “kerja”,<rigit> [rigid] “keriting”

n.      Realisasi fonem /v/
Secara umum fonem ini direalisasikan sebagai fonem /v/ pada sebuah silabel. Misalnya pada kata <vecin> [vecin] “penguat rasa”

o.      Realisasi fonem /w/
Fonem /w/ direalisasikan sebagai bunyi [w] ,misalnya pada kata <watang> [watang]”jerawat” <rewit> [rewit] “cubit”

p.      Realisasi fonem /y/
Secara umum fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [y] dalam sebuah kata.Misalnya pada kata <kaye> [kaye] “buku”

q.      Realisasi fonem /h/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [h] baik berposisi sebagai onset maupun koda dalam sebuah silabel.Misalnya pada <jaong> [jaoh] “bicara”<ribong> [riboh]”marah”,<panga> [paha]”cabang” <ngoap> [hoap] “menguap”







DAFTAR PUSTAKA
          Chaer,abdul.2009.Fonologi Bahasa Indonesia.Jakarta:Rineka Cipta
Chaer,abdul.2012.Linguistik Umum.Jakarta:Rineka Cipta
Muslich,masnur.2011.Fonologi Bahasa Indonesia:Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa  Indonesia.Jakarta:bumi aksara
http//:fonologibahasaindonesia.wordpress.com
http//:fonologi.blogspot.com









Tidak ada komentar:

Posting Komentar